• Status Order
  • Tlp: +62251 8409021
  • SMS/WA: +6285221138651
  • hallo@nudiralearningcenter.com
Terpopuler:

Mengenal Pertanian 4.0: Inovasi untuk Produktivitas dan Daya Saing

04 January 2019 - Kategori Blog

Indonesia Menuju Ketahanan Pangan

Jumlah penduduk di tahun 2025 mendatang diperkirakan meningkat hingga 275 juta jiwa. Sehingga dengan perkiraan demografi ini akan menambah keuntungan dan tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Salah satunya di bidang pertanian. Saat ini Indonesia sedang menuju ke negara yang memiliki ketahanan pangan yaitu kondisi di mana kebutuhan pangan negara sampai perorangan terpenuhi. Ketahanan pangan meliputi persediaan pangan di seluruh wilayah untuk konsumsi manusia, bahan baku industri dan keperluan untuk menghadapi keadaan darurat, terdiri dari cadangan pangan pemerintah dan cadangan pangan masyarakat.

Pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi.

Kementerian Pertanian (Kementan) berinisiatif menggenjot produktivitas pertanian dengan meluncurkan Revolusi Industri 4.0 di bidang pertanian untuk menjawab tantangan. Dunia saat ini telah memasuki era revolusi industri yang ke-empat atau disebut juga Industri 4.0, ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomasi yang terintegrasi dengan jaringan internet. Sektor pertanian juga perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan ke depan. Ke depan olah lahan, tanam, panen hingga pengolahan dilakukan menggunakan remote control dari rumah. mekanisasi pertanian merupakan salah satu komponen penting untuk pertanian modern dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan. Inovasi dan pemanfaatannya oleh petani perlu terus didorong.
Berkembangnya Revolusi Industri 4.0 juga telah melahirkan corak masyarakat baru yang bisa disebut sebagai masyarakat pintar (smart Society), yang berbeda dari masyarakat sebelumnya, yaitu masyarakat agraris, industri, dan informasi. Karena itu pertanian pun dituntut untuk bisa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan masyarakat baru itu.

Revolusi Industri 4.0

Dukungan pada revolusi industri 4.0, sektor pertanian sedang bereksperimen dengan model dan inovasi bisnis baru, yaitu pertanian presisi, pertanian vertikal, dan pertanian pintar. Data besar, sensor dan drone, alat analisis, ‘internet pertanian’ serta otomatisasi alsintan adalah beberapa teknologi yang mendukung industri 4.0. Pemanfaatan Internet of Thing (IoT) dalam Internet Pertanian adalah untuk menghubungkan benda-benda sekitar dengan internet melalui smarphone dan gadget lainnya.
Hal tersebut melengkapi dan mengembangkan praktik pertanian modern yang selama ini sudah dijalankan, termasuk dalam pemanfaatan irigasi, pengolahan lahan, penggunaan pupuk dan pestisida, pengembangan varietas tanaman baru, pengolahan pasca panen, serta pemasaran.
Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) juga telah mendukung pengembangan Industri 4.0 dengan memanfaatkan teknologi-teknologi cloud computing, mobile internet, dan mesin cerdas (artificial intelligence). Teknologi ini kemudian digabung menjadi generasi baru yang dimanfaatkan untuk menggerakkan traktor sehingga mampu beroperasi tanpa operator, pesawat drone untuk deteksi unsur hara, dan robot grafting.
Balitangtan meluncurkan teknologi yang dikembangkan dengan kombinasi antara teknologi cloud computing dengan mobile internet, yaitu UPJA Smart Mobile dan SAPA MEKTAN. UPJA Smart Mobile adalah aplikasi android yang digunakan untuk melakukan usaha jasa pengolahan tanah, jasa irigasi, jasa penanaman padi, jasa panen padi, jasa penggilingan padi, jasa jual benih, jasa jual gabah, jasa pelatihan untuk operator alsintan, perawatan dan perbaikan alsintan, serta jasa penjualan suku cadang alsintan.
Peluncuran inovasi teknologi mekanisasi lainnya yang dihasilkan Balitbangtan antara lain smart irrigation, smart green house, telescoping boom sprayer, mobile dryer, rice Upland Seeder by Farm Dozer, jarwo riding transplanter, penanam benih padi, alsin penanam tebu dan pemasang drip line irigasi,serta kandang ayam close system mendukung Program Bekerja (Bedah Kemiskinan, Rakyat Sejahtera).
Peran perakayasa sangat penting, maka dari itu Kementann mendorong 1.128 peneliti Balitbangtan untuk melakukan inovasi dengan memberikan insentif berupa royalti. Ia juga meminta sejumlah stakeholder penting termasuk sejumlah kepala daerah, Kepala Pusat Bidang Diklat BPPT, Kepala PUSPIPTEK dan perwakilan dari sejumlah kampus, Perusahaan Alsintan, dan Para Perekayasa, untuk mendorong sektor pertanian lebih berdaya saing.

 

Ingin mengetahui cara menanam tanaman hidroponik. Nutrisi hidroponik ? Mari ikuti pelatihan bersama Nudira Learning Center hubungi kami dengan klik tombol whatsapp di pojok kanan bawah halaman ini.

, , , , , , , ,

WhatsApp chat WhatsApp Nudira Learning Center